CIKARANG PUSAT | Koranmegapolitan.co.id — Kabupaten Bekasi tak ingin perkembangan wilayahnya hanya lekat dengan kawasan industri. Pemerintah daerah kini menyiapkan gagasan penataan lima desa di Kecamatan Cibarusah dan Bojongmangu dengan mempertahankan karakter budaya Sunda serta lingkungan yang masih asri.
Gagasan tersebut disampaikan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bekasi dalam rangka tasyakuran Hari Jadi ke-76 Kabupaten Bekasi di Gedung DPRD Kabupaten Bekasi, Kompleks Pemkab Bekasi, Cikarang Pusat, Sabtu (15/8/2026).
Menurut Dedi, Kabupaten Bekasi memiliki karakter wilayah yang beragam. Selain berkembang sebagai kawasan industri, daerah ini masih memiliki sentra pertanian, kawasan pesisir, hingga wilayah perdesaan yang menyimpan kekayaan budaya dan lingkungan.
Karena itu, pembangunan dinilai perlu disesuaikan dengan karakter masing-masing kawasan agar pertumbuhan daerah tidak menghilangkan identitas lokal.
“Sudah semestinya kita meletakkan dasar yang kuat di ibu kota Kabupaten Bekasi. Kita ingin membangun sebuah identitas, bahwa ada wilayah yang memiliki kultur dan karakter yang dibangun pemerintah kabupaten, sehingga tidak semata-mata identik dengan kompleks industri,” ujar Dedi.
Rumah Warga Tidak Perlu Diubah Total
Salah satu konsep yang ditawarkan adalah menata lima desa di Cibarusah dan Bojongmangu yang masih memiliki suasana perdesaan serta lingkungan relatif terjaga.
Dedi menekankan, penataan tidak berarti mengubah seluruh bangunan maupun rumah masyarakat. Karakter tradisional yang masih bertahan justru perlu dipertahankan dan diperkuat melalui penyesuaian pada bagian-bagian tertentu.
“Rumahnya tetap dipertahankan. Yang dilakukan adalah penataan agar bangunan, lingkungan, dan alam di sekitarnya bisa menyatu,” katanya.
Selain bangunan, kawasan tersebut memiliki potensi yang berasal dari hamparan pertanian, kolam, aliran sungai, pepohonan, hingga ruang terbuka. Unsur-unsur tersebut dinilai menjadi bagian penting dari identitas desa sehingga perlu dijaga dalam proses pembangunan.
Dedi mengatakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat siap mendukung rencana tersebut. Pemerintah Kabupaten Bekasi selanjutnya diminta menyusun perencanaan, termasuk menentukan desa yang akan menjadi bagian dari program serta menyiapkan kebutuhan penganggarannya.
Pemkab Bekasi Masukkan Bojongmangu
Plt. Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja menyambut gagasan tersebut dan memastikan wilayah Bojongmangu akan masuk dalam pembahasan penataan bersama kawasan Cibarusah.
Asep mengatakan dirinya akan segera berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan untuk melihat kondisi lapangan sekaligus menentukan wilayah yang memiliki potensi dikembangkan dengan konsep berbasis karakter lokal.
“Pak Gubernur menyampaikan agar lima desa tersebut dibangun dengan karakter Sunda. Artinya, rumah masyarakat tetap dipertahankan, kemudian lingkungannya yang ditata agar karakter asrinya tetap terlihat,” ujar Asep.
Menurutnya, konsep itu dapat menjadi salah satu cara menghadirkan wajah lain Kabupaten Bekasi di luar citra sebagai kawasan industri.
Wilayah Cibarusah dan Bojongmangu dinilai memiliki kondisi alam yang masih relatif terjaga, terlebih letaknya berada di kawasan perbatasan dengan Kabupaten Bogor.
“Karakter Bekasinya harus tetap ada. Kondisi asrinya jangan sampai berubah,” tegasnya.
Penataan kawasan tersebut juga akan dikaitkan dengan pembangunan jalan provinsi menuju wilayah perbatasan. Peningkatan akses diharapkan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat tanpa mengorbankan lingkungan dan karakter kehidupan desa.
DPRD Dorong Penguatan Identitas Daerah
Gagasan memperkuat identitas wilayah juga mendapat perhatian dari DPRD Kabupaten Bekasi.
Ketua DPRD Kabupaten Bekasi Ade Syukron menilai daerah membutuhkan identitas yang dapat menjadi cerminan masyarakat. Identitas tersebut, menurutnya, tidak harus diwujudkan melalui bangunan monumental semata.
“Kita membutuhkan identitas. Ikon itu harus menjadi sesuatu yang bisa mencerminkan daerah sekaligus menjadi ruang bagi masyarakat,” kata Ade.
Ia menyebut kawasan Stadion Wibawa Mukti dapat dikembangkan secara bertahap sebagai salah satu pusat aktivitas masyarakat. Pemkab Bekasi berencana memanfaatkan kawasan tersebut untuk kegiatan hiburan sekaligus pelayanan publik, terutama pada malam akhir pekan.
Konsep tersebut diharapkan dapat menciptakan ruang interaksi yang lebih hidup sekaligus memperkuat karakter daerah.
Pembangunan Tak Hanya Soal Infrastruktur
Rencana penataan lima desa di Cibarusah dan Bojongmangu menunjukkan arah pembangunan Kabupaten Bekasi yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi dan infrastruktur.
Di tengah pesatnya perkembangan industri, keberadaan kawasan pertanian, perdesaan, serta budaya lokal dinilai tetap memiliki posisi penting dalam membentuk identitas daerah.
Penataan dengan mempertahankan rumah, lingkungan, ruang terbuka, serta ekosistem setempat menjadi salah satu pendekatan yang ditawarkan agar pembangunan tidak menghapus karakter lama.
Dengan konsep tersebut, kemajuan Kabupaten Bekasi diharapkan dapat berjalan berdampingan dengan pelestarian budaya dan lingkungan. Kawasan yang selama ini belum banyak menjadi bagian dari citra Kabupaten Bekasi pun berpeluang dikembangkan sebagai identitas baru daerah. ( Ads)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!