Menu
Pendidikan

Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi Dukung Program Sekolah Maung, Dorong CSR untuk peningkatan Fasilitas Pendidikan

Redaksi 23 Jun 2026, 22:05 69 views
Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi Dukung Program Sekolah Maung, Dorong CSR untuk peningkatan Fasilitas Pendidikan
Ket. Plt Bupati Bekasi dr. Asep Surya Atmaja melakukan kunjungan ke SMAN 2 Tambun Selatan Selasa (23/6/2026). Foto : Imanuddin

Tambun Selatan | Koranmegapolitan.co.id – Plt Bupati Bekasi, dr. Asep Surya Atmaja, meninjau langsung SMAN 2 Tambun Selatan yang ditetapkan sebagai Sekolah Maung oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Selasa (23/6/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat kondisi sekolah sekaligus mengidentifikasi kebutuhan yang diperlukan guna mendukung pelaksanaan program pendidikan unggulan tersebut.

Dalam kunjungan itu, dr. Asep didampingi Kepala Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah III Rina Parlina, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi Imam Faturochman, serta Plt Kepala SMAN 2 Tambun Selatan Burhanudin.

Peninjauan diawali dengan melihat sejumlah fasilitas sekolah dan berdialog dengan pihak sekolah terkait berbagai kebutuhan yang masih perlu dipenuhi. Menurut Asep, penunjukan SMAN 2 Tambun Selatan sebagai Sekolah Maung merupakan kebanggaan sekaligus tanggung jawab yang perlu didukung bersama.

"Alhamdulillah hari ini saya melakukan kunjungan kedua ke wilayah Tambun, khususnya ke SMAN 2 Tambun Selatan. Saya didampingi oleh Kepala Sekolah, IBU KCD, dan Ketua Komite untuk melihat secara langsung kondisi sekolah yang mendapat kepercayaan sebagai Sekolah Maung dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat," ujarnya. Dikutip bekasikab.

Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Bekasi berkomitmen memberikan dukungan terhadap sekolah tersebut karena menjadi satu-satunya sekolah di Kabupaten Bekasi yang dipercaya menjalankan program Sekolah Maung.

"Sebagai pemerintah daerah, tentu kami tidak bisa tinggal diam. Ini adalah satu-satunya sekolah di Kabupaten Bekasi yang mendapat kepercayaan tersebut. Karena itu, kami ingin memastikan seluruh kebutuhan yang diperlukan dapat terpenuhi dengan baik," katanya.

Dari hasil peninjauan, masih terdapat sejumlah kebutuhan yang berkaitan dengan infrastruktur dan fasilitas penunjang kegiatan belajar mengajar. Namun, keterbatasan anggaran pemerintah menjadi tantangan yang harus dihadapi sehingga diperlukan kolaborasi dengan berbagai pihak.

"Tadi saya sudah berkeliling bersama Kepala Sekolah dan mendengar berbagai keluhan terkait kebutuhan infrastruktur. Jika mengandalkan APBD Kabupaten Bekasi maupun APBD Provinsi Jawa Barat, tentu ada keterbatasan. Karena itu kami mulai mencari solusi melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dari perbankan maupun perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Bekasi," jelasnya.

Sebagai langkah lanjutan, Asep berencana mengajak perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Bekasi untuk berpartisipasi melalui program CSR yang lebih terarah, terutama dalam mendukung sektor pendidikan.

"Saya memiliki keinginan untuk mengumpulkan perusahaan-perusahaan di Kabupaten Bekasi agar CSR yang mereka miliki benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kabupaten Bekasi. Salah satunya untuk mendukung fasilitas dan kebutuhan Sekolah Maung ini," ungkapnya.

Selain pembangunan fisik, Asep juga menyoroti pentingnya penguatan sarana pendidikan berbasis teknologi. Menurutnya, kebutuhan perangkat digital menjadi bagian penting dalam menunjang kualitas pembelajaran di era modern.

"Kita tidak hanya berbicara soal gedung dan bangunan. Saya juga menanyakan kebutuhan server, laptop, dan berbagai sarana penunjang lainnya. Faktor-faktor tersebut sangat penting untuk mendukung proses pembelajaran yang berkualitas," katanya.

Ia berharap kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan pihak sekolah dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang mampu melahirkan generasi muda unggul dan berdaya saing.

"Yang ingin kita bangun bukan hanya sekolah yang bagus secara fisik, tetapi juga ekosistem pendidikan yang mampu mencetak siswa-siswi unggul, berkarakter, dan siap menjadi pemimpin di masa depan. Dengan kolaborasi yang baik, saya optimistis Sekolah Maung ini dapat menjadi kebanggaan Kabupaten Bekasi dan Jawa Barat," tandasnya.

Sementara itu, Plt Kepala SMAN 2 Tambun Selatan Burhanudin menjelaskan bahwa sekolahnya terpilih sebagai Sekolah Maung setelah memenuhi sejumlah persyaratan yang telah ditetapkan, seperti memiliki akreditasi A, tidak memiliki sekolah terbuka, serta mencatatkan prestasi akademik maupun non-akademik yang baik.

"Terpilihnya SMAN 2 Tambun Selatan sebagai Sekolah Maung merupakan amanah sekaligus motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan. Program ini diharapkan dapat mendorong lahirnya siswa-siswa berprestasi dan memperkuat budaya belajar yang kompetitif serta positif," ujarnya.

Menurut Burhanudin, keberhasilan program tersebut membutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk peningkatan kualitas tenaga pendidik, laboratorium, perpustakaan, serta sarana dan prasarana pendukung lainnya.

Ia berharap dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kabupaten Bekasi, dan dunia usaha dapat terus berlanjut sehingga SMAN 2 Tambun Selatan mampu berkembang menjadi sekolah unggulan yang membanggakan daerah. ( red )

Bagikan berita ini:

Komentar 0

Tulis Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!