Menu
Internasional

Indonesia Raup Potensi Devisa Rp14,91 Triliun di ITB Berlin 2026, Kampanye #GoBeyondOrdinary Mendunia

Redaksi 12 Mar 2026, 11:30 114 views
Indonesia Raup Potensi Devisa Rp14,91 Triliun di ITB Berlin 2026, Kampanye #GoBeyondOrdinary Mendunia
Ket. Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana saat menerima penghargaan oleh Justien Reid, Senior Director of Media Hotel and Growth Tripadvisor (kanan) di sela pembukaan Paviliun Indonesia, Berlin Expo Center City, Selasa, (3/3/2026).

Berlin, Koranmegapolitan.co.id – Partisipasi Indonesia dalam ajang pariwisata internasional ITB Berlin 2026 mencatatkan capaian positif. Melalui Kementerian Pariwisata, Indonesia berhasil memperkuat posisinya sebagai destinasi unggulan dunia sekaligus membuka peluang transaksi pariwisata bernilai besar. Kampanye #GoBeyondOrdinary yang diusung pemerintah menonjolkan konsep Quality Tourism, yakni pengembangan pariwisata yang berfokus pada keberlanjutan, inklusivitas, serta pengalaman wisata berkualitas bagi wisatawan global.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menilai keikutsertaan Indonesia dalam pameran pariwisata terbesar dunia tersebut menjadi momentum penting untuk memperluas pasar internasional. Paviliun Indonesia yang berdiri di Berlin Expo Center City menampilkan kekayaan budaya nusantara, termasuk motif wastra tradisional serta payung geulis Tasikmalaya sebagai elemen dekorasi utama. Selain itu, zona aktivasi paviliun juga menonjolkan potensi gastronomi dan wellness tourism yang semakin diminati wisatawan dunia.

Pada kesempatan tersebut, Indonesia juga menerima penghargaan Travelers’ Choice Awards Best of the Best 2026 dari TripAdvisor, salah satu platform perjalanan global terkemuka. Penghargaan ini diberikan langsung oleh Justien Reid selaku Senior Director of Media Hotel and Growth TripAdvisor kepada Menpar Widiyanti di sela pembukaan Paviliun Indonesia.

Pembukaan Paviliun Indonesia juga dihadiri Duta Besar Republik Indonesia untuk Jerman Abdul Kadir Jailani. Acara seremoni dimeriahkan pertunjukan tari tradisional Tortor Tandok dari Sumatera Utara yang menjadi simbol penyambutan sekaligus representasi kekayaan budaya Indonesia kepada pengunjung internasional di Messe Berlin.

Paviliun Indonesia tahun ini diikuti oleh 93 pelaku industri pariwisata dari 11 provinsi di Indonesia. Peserta terdiri dari berbagai sektor, mulai dari penyedia akomodasi, Destination Management Company (DMC), agen perjalanan, operator tur, desa wisata, restoran, hingga penyedia layanan pariwisata lainnya. Sementara itu, mayoritas pembeli atau buyers yang melakukan pertemuan bisnis berasal dari kawasan Eropa dengan persentase mencapai 88,38 persen, disusul Asia 10,29 persen, Amerika 2,73 persen, Australia 1,17 persen, Afrika 0,78 persen, dan Timur Tengah 0,65 persen.

Kementerian Pariwisata mencatat partisipasi Indonesia di ITB Berlin 2026 menghasilkan potensi transaksi sebesar 479.434 wisatawan dengan estimasi penerimaan devisa mencapai Rp14,91 triliun. Angka tersebut menunjukkan tingginya minat pasar global terhadap produk pariwisata Indonesia serta optimisme terhadap kontribusi sektor ini dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Selain kegiatan utama pameran, Kemenpar juga menyelenggarakan rangkaian sales mission sebagai bagian dari kegiatan pra-acara ITB Berlin 2026. Program tersebut berlangsung pada 23–26 Februari 2026 di Amsterdam, Belanda, serta Düsseldorf dan Stuttgart di Jerman. Dari kegiatan ini tercatat potensi kunjungan 63.519 wisatawan dengan nilai devisa sekitar Rp1,98 triliun.

Secara keseluruhan, total potensi transaksi dari ITB Berlin 2026 dan rangkaian kegiatan pra-acara mencapai 542.953 wisatawan potensial dengan estimasi devisa sebesar Rp16,89 triliun. Nilai tersebut meningkat sekitar 24,2 persen dibandingkan capaian tahun 2025 yang tercatat sebesar Rp13,6 triliun.

Sementara itu, kegiatan sales mission pasca-acara masih berlangsung di beberapa kota Eropa, yakni Warsawa (Polandia), Budapest (Hungaria), Zagreb (Kroasia), dan Milan (Italia) pada 9–16 Maret 2026. Program ini dijalankan oleh Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia di masing-masing negara.

Dalam rangkaian kunjungan kerjanya di Jerman, Menpar Widiyanti juga melakukan sejumlah agenda strategis, termasuk pertemuan bilateral dengan Sekretaris Jenderal UN Tourism Shaikha Al Nowais serta Menteri Pariwisata dan Kebudayaan India Gajendra Singh Shekhawat.

Selain itu, Menpar juga menghadiri kegiatan Friends of Indonesia di Rumah Budaya Indonesia Berlin serta melakukan wawancara dengan berbagai media internasional seperti Deutsche Welle, ELLE Italia, TVOne, dan Quotidiano Traveller guna memperkuat promosi pariwisata Indonesia di pasar global.(Ag)

Bagikan berita ini:

Komentar 0

Tulis Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!