Menu
Daerah

Kesbangpol Kabupaten Bekasi Edukasi Pemilih Pemula di MAN 1 Cikarang, Siapkan Generasi Emas Demokrasi 2045

Redaksi 18 Jun 2026, 22:28 16 views
Kesbangpol Kabupaten Bekasi Edukasi Pemilih Pemula di MAN 1 Cikarang, Siapkan Generasi Emas Demokrasi 2045
Ket. Plt Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Bekasi Asep Buchori Saat mengisi Sosialisasi Kelas Inspirasi Politik tahun 2026 Kamis (18/6) Foto : Jaja

CIKARANG UTARA | Koranmegapolitan.co.id  – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bekasi terus mendorong peningkatan literasi politik bagi kalangan pelajar melalui program Kelas Inspirasi Politik 2026. Kegiatan yang mengusung tema “Menyiapkan Generasi Emas Demokrasi” ini digelar di MAN 1 Cikarang, Kecamatan Cikarang Utara, Kamis (18/6/2026).

Program tersebut menyasar siswa yang dalam beberapa tahun ke depan akan memasuki usia pemilih dan berpartisipasi pada Pemilu 2029. Melalui edukasi ini, para pelajar dibekali pemahaman mengenai demokrasi, hak politik, serta pentingnya berperan aktif dalam menentukan masa depan bangsa.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kesbangpol Kabupaten Bekasi, Asep Buchori, menegaskan bahwa generasi muda memiliki posisi strategis dalam perjalanan demokrasi Indonesia. Menurutnya, para siswa saat ini harus mulai memahami peran mereka sebagai calon pemilih yang akan menentukan arah pembangunan daerah maupun nasional.

“Pada tahun 2029 kalian sudah memiliki hak pilih. Artinya, kalian bukan lagi penonton demokrasi, tetapi menjadi pemain utamanya. Karena itu Kabupaten Bekasi membutuhkan generasi muda yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab dalam menggunakan hak pilihnya,” ujarnya saat membuka kegiatan. Dilansir dari bekasikab

Asep menjelaskan, besarnya jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Kabupaten Bekasi menjadikan kelompok pemilih pemula sebagai elemen penting dalam menjaga kualitas demokrasi.

“Pemilih pemula merupakan kelompok yang paling rentan terhadap hoaks, politik uang, maupun sikap apatis atau golput. Karena itu kami ingin membekali mereka agar menjadi pemilih yang cerdas dan memiliki kesadaran demokrasi yang kuat,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa politik tidak selalu identik dengan hal-hal negatif. Menurutnya, politik merupakan sarana untuk menghadirkan perubahan apabila dijalankan oleh individu yang memiliki integritas dan komitmen terhadap kepentingan masyarakat.

“Politik itu bukan barang kotor. Politik adalah alat. Kalau digunakan oleh orang baik, maka hasilnya akan baik untuk masyarakat. Karena itu jangan menjauh dari politik, tetapi pahami dan kawal proses demokrasi dengan baik,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Asep turut mengajak para pelajar untuk mengambil peran dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 melalui partisipasi aktif dalam kehidupan demokrasi.

“Tahun 2045 Indonesia genap berusia 100 tahun. Indonesia Emas tidak akan terwujud tanpa demokrasi yang sehat. Demokrasi yang sehat dimulai dari generasi muda yang mau menggunakan hak pilihnya, menolak politik uang, dan mengedepankan adu gagasan,” ungkapnya.

Ia pun berpesan agar para siswa mampu menjadi pemilih yang kritis dengan mempertimbangkan rekam jejak dan program para calon pemimpin, sekaligus berani melawan penyebaran informasi yang menyesatkan.

“Saya titip tiga hal. Jadilah pemilih cerdas, jadilah warga yang berani melaporkan pelanggaran demokrasi, dan jadilah anak muda yang solutif. Jangan hanya mengeluh terhadap persoalan daerah, tetapi ikut menjadi bagian dari solusi melalui partisipasi dalam demokrasi,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala MAN 1 Cikarang, H. Enur Nurdin, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Kesbangpol Kabupaten Bekasi yang menghadirkan pendidikan politik bagi peserta didik di lingkungan sekolah.

“Kami sangat bangga dan berterima kasih kepada Kesbangpol Kabupaten Bekasi. Dengan kegiatan ini, anak-anak memperoleh pemahaman dasar mengenai demokrasi dan pentingnya menjadi pemilih yang bertanggung jawab,” ujarnya.

Menurut Enur, sebagian besar siswa MAN 1 Cikarang saat ini berusia 16 hingga 17 tahun sehingga akan memiliki hak pilih pada Pemilu 2029. Karena itu, pemahaman politik sejak dini dinilai sangat penting sebagai bekal menghadapi proses demokrasi.

“Anak-anak harus memahami bahwa mereka tidak boleh menjadi golput. Mereka juga harus selektif dalam menentukan pilihan dengan melihat rekam jejak para calon pemimpin yang akan dipilih,” katanya.

Ia menambahkan, materi yang diberikan dalam kegiatan tersebut selaras dengan pembelajaran Pendidikan Pancasila yang selama ini diterapkan di sekolah.

“Kegiatan ini sangat linear dengan Pendidikan Pancasila. Nilai-nilai demokrasi, kebhinekaan, partisipasi, dan tanggung jawab warga negara memang menjadi bagian dari pembelajaran yang kami berikan kepada siswa,” jelasnya.

Pihak sekolah berharap program serupa dapat terus dilaksanakan secara berkesinambungan agar pemahaman generasi muda terhadap demokrasi semakin matang.

“Harapan kami kegiatan seperti ini tidak berhenti hari ini saja. Kalau bisa dilaksanakan secara berkala, misalnya setiap semester, agar anak-anak mendapatkan pemahaman yang utuh tentang demokrasi, pemilu, dan pentingnya suara mereka dalam menentukan masa depan bangsa,” ungkapnya.

Enur optimistis pembinaan dan edukasi politik sejak usia sekolah akan melahirkan generasi pemimpin masa depan yang berkualitas dan berintegritas.

“Anak-anak kita memiliki potensi besar. Dengan bekal pengetahuan dan wawasan politik yang baik, mereka bisa menjadi pemimpin pada tahun 2045, baik sebagai anggota legislatif, kepala daerah, maupun pemimpin di berbagai bidang lainnya,” tandasnya. (Ad)

Bagikan berita ini:

Komentar 0

Tulis Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!