Menu
Daerah

Milad ke-41 Yayasan Al-Muhajirien Jakapermai Bekasi, Dari Operasi Katarak hingga Panggung Siswa Bersama D’Masiv

Redaksi 15 Aug 2026, 22:41 24 views
Milad ke-41 Yayasan Al-Muhajirien Jakapermai Bekasi, Dari Operasi Katarak hingga Panggung Siswa Bersama D’Masiv
Ket. Ketua Yayasan Waqaf Al-Muhajirien Jakapermai, H. M. Syafiudin, B.Comm., S.T.,( Dok. Istimewa)

KABUPATEN BEKASI | Koranmegapolitan.co.id — Empat dekade lebih perjalanan Yayasan Waqaf Al-Muhajirien Jakapermai ditandai bukan hanya dengan perayaan, tetapi juga rangkaian kegiatan sosial dan penguatan pendidikan. Momentum Milad ke-41 tahun ini diisi mulai dari operasi katarak, khitanan massal, donor darah, hingga panggung kreativitas siswa yang menghadirkan grup musik D’Masiv.

Puncak peringatan berlangsung di kawasan GW Food, Grand Wisata, Desa Lambangsari, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Sabtu (15/8/2026). Kegiatan tersebut mempertemukan keluarga besar yayasan, masyarakat, orang tua, tenaga pendidik, serta para siswa dari lingkungan Al Azhar.

Mengusung tema “Kokoh dalam Amanah, Maju dalam Inovasi, Unggul dalam Pelayanan”, peringatan Milad ke-41 juga menjadi kesempatan bagi yayasan untuk memperkenalkan aktivitas pendidikan dan kontribusinya kepada masyarakat di sekitar Grand Wisata.

Ketua Yayasan Waqaf Al-Muhajirien Jakapermai, H. M. Syafiudin, B.Comm., S.T., mengatakan rangkaian Milad telah dimulai sejak beberapa waktu sebelumnya dengan kegiatan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

“Alhamdulillah, hari ini kita sudah sampai pada puncak Milad ke-41. Sebelumnya, selama satu hingga dua bulan, kami juga melaksanakan sejumlah kegiatan sosial, di antaranya operasi katarak, khitanan massal, dan donor darah,” ujar Syafiudin di sela kegiatan kepada awak media.

Operasi Katarak Jadi Bagian dari Rangkaian Sosial

Salah satu kegiatan yang mendapat perhatian adalah operasi katarak. Program tersebut tidak hanya berupa tindakan medis, tetapi melalui beberapa tahapan untuk memastikan kondisi peserta sebelum maupun setelah operasi.

Syafiudin menjelaskan, peserta terlebih dahulu menjalani skrining sebelum mendapatkan tindakan. Setelah operasi, kondisi mereka kembali diperiksa untuk melihat hasil penanganan.

“Operasi katarak menjadi salah satu kegiatan yang cukup panjang prosesnya. Ada skrining sebelum operasi, kemudian setelah tindakan juga dilakukan pengecekan untuk melihat hasilnya,” katanya.

Selain operasi katarak, kegiatan sosial dalam rangka Milad juga mencakup khitanan massal dan donor darah.

Bagi yayasan, rangkaian tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga agar peringatan ulang tahun lembaga tidak berhenti pada seremoni, tetapi memiliki manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.

41 Tahun Bukan Sekadar Angka

Memasuki usia 41 tahun, Syafiudin menyebut perjalanan yayasan menjadi momentum untuk melihat kembali kontribusi yang telah dilakukan sekaligus menentukan arah pengembangan ke depan.

“Bagi kami, 41 tahun bukan sekadar angka. Yang paling penting adalah apa yang bisa kami berikan dan bermanfaat untuk umat. Kegiatan sosial juga terus kami tingkatkan dari tahun ke tahun,” tuturnya.

Puncak acara di Grand Wisata sekaligus menjadi bagian dari pendekatan yayasan untuk membangun hubungan yang lebih dekat dengan masyarakat sekitar.

“Kami ingin mengajak warga Grand Wisata hadir dan mengenal sekolah kami. Kami ingin menunjukkan bahwa pendidikan di sini terus menyiapkan generasi yang unggul dan memiliki wawasan global,” katanya.

Pendidikan Harus Mengikuti Perubahan Zaman

Di luar program sosial, pengembangan pendidikan menjadi salah satu perhatian utama Yayasan Waqaf Al-Muhajirien Jakapermai.

Syafiudin menilai kebutuhan peserta didik terus berubah sehingga lembaga pendidikan harus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman dan lingkungan global.

“Dalam pendidikan kita tidak bisa stagnan. Apa yang kita ketahui sekarang dan apa yang dibutuhkan anak-anak saat ini bisa berbeda. Karena itu, kami terus melakukan pengembangan dan penguatan terhadap program pendidikan,” jelasnya.

Salah satu pengembangan yang dilakukan adalah AGILE (Al Muhajirien Global Initiative for Leadership Excellence). Program tersebut diarahkan untuk memperkuat kemampuan komunikasi, kepemimpinan, penggunaan bahasa Inggris, sekaligus memperluas wawasan siswa terhadap perkembangan dunia.

“Anak-anak diajak terus belajar berkomunikasi, termasuk dalam bahasa Inggris, sehingga mereka tidak hanya memahami kondisi Indonesia, tetapi juga memiliki wawasan tentang dunia global,” ujarnya.

Pendekatan tersebut diharapkan dapat membekali siswa agar tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga keterampilan komunikasi, kepemimpinan, kreativitas, dan perspektif yang lebih luas.

Beasiswa untuk Siswa dan Guru

Prinsip kebermanfaatan juga diterapkan yayasan melalui dukungan pendidikan bagi siswa maupun tenaga pendidik.

Syafiudin mengatakan, yayasan memberikan beasiswa kepada anak-anak yang membutuhkan dukungan untuk melanjutkan pendidikan. Dukungan juga diberikan kepada guru yang ingin meningkatkan kompetensi akademiknya.

“Bahkan untuk anak-anak kami yang kurang beruntung, kami berikan beasiswa. Guru-guru juga kami dukung untuk melanjutkan studi S2. Itu menjadi bagian dari prinsip yayasan agar terus bermanfaat bagi umat,” ungkapnya.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya yayasan menjaga kesinambungan antara pengembangan peserta didik dan peningkatan kualitas tenaga pendidik.

Kreativitas Siswa Beriringan dengan Penampilan D’Masiv

Suasana puncak Milad ke-41 kemudian berlanjut ke panggung hiburan. Namun, sebelum bintang tamu tampil, murid SMP Islam Al Azhar 44 dan SMA Islam Al Azhar 18 Grand Wisata mendapat ruang untuk menunjukkan kreativitas mereka.

Keterlibatan siswa tidak sekadar menjadi hiburan tambahan. Panggung tersebut menjadi kesempatan bagi peserta didik untuk tampil di hadapan publik, membangun kepercayaan diri, serta belajar bekerja sama dalam kegiatan dengan jumlah peserta yang besar.

Grup musik D’Masiv menjadi penampil utama dalam acara Grand Satnite tersebut. Grup yang dikenal melalui sejumlah lagu populer itu dijadwalkan membawakan sekitar 10 lagu.

Puncak kegiatan diproyeksikan dihadiri sekitar 2.700 peserta.

Sebelum Grand Satnite, rangkaian Milad juga telah diisi Morning Fest 41 di Kampus Al Azhar Grand Wisata. Kegiatan tersebut antara lain menghadirkan kompetisi Basket 3X3 dan Cooking Class.

Agenda Milad kemudian berkembang menjadi rangkaian kegiatan yang melibatkan siswa, orang tua, guru, serta keluarga besar yayasan.

Empat Dekade Lebih Mengembangkan Pendidikan

Yayasan Waqaf Al-Muhajirien Jakapermai didirikan pada 9 Agustus 1985. Dalam perjalanan selama 41 tahun, yayasan kini mengelola 10 Sekolah Islam Al Azhar di Bekasi, satu Madrasah Ibtidaiyah, dan satu Madrasah Tsanawiyah.

Lembaga pendidikan di bawah naungan yayasan tersebut berada di tiga kawasan utama, yakni Jakapermai, Kemang Pratama, dan Grand Wisata.

Rangkaian Milad ke-41 juga mencakup berbagai kegiatan olahraga dan kebersamaan, seperti padel, badminton, tenis meja, voli, serta lomba tumpeng.

Dengan beragam agenda tersebut, peringatan Milad tidak hanya menjadi penanda usia organisasi. Momentum ini sekaligus memperlihatkan arah Yayasan Waqaf Al-Muhajirien Jakapermai dalam menjaga kebermanfaatan sosial, mengembangkan pendidikan, serta memberikan ruang bagi siswa untuk tumbuh dengan karakter, kompetensi, kreativitas, dan wawasan global.

Semangat “Kokoh dalam Amanah, Maju dalam Inovasi, Unggul dalam Pelayanan” menjadi pijakan yayasan untuk melanjutkan perjalanan pada tahun-tahun berikutnya. ( ads)

Bagikan berita ini:

Komentar 0

Tulis Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!