CIKARANG SELATAN | Koranmegapolitan.co.id – Musyawarah Kabupaten (Mukab) VIII Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Bekasi resmi digelar di Hotel Sahid Jaya Lippo Cikarang, Senin (8/6/2026). Kegiatan tersebut dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi, Endin Samsudin, yang hadir mewakili Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi.
Dalam sambutannya, Endin menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bekasi menaruh harapan besar terhadap penyelenggaraan Mukab VIII sebagai wadah memperkuat sinergi antara pemerintah dan kalangan dunia usaha dalam mendukung pembangunan daerah serta meningkatkan daya saing ekonomi.
Menurutnya, posisi Kabupaten Bekasi sebagai salah satu kawasan industri terbesar di Indonesia menjadikan peran Kadin sangat strategis dalam mendorong investasi, menciptakan iklim usaha yang sehat, serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif.
"Keberhasilan pembangunan tidak dapat dilakukan sendiri. Diperlukan kolaborasi yang erat antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan seluruh elemen masyarakat. Dalam konteks tersebut, Kadin menjadi mitra penting dalam menghadirkan inovasi, membuka peluang investasi, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan daya saing daerah," ujar Endin saat membacakan sambutan Plt Bupati Bekasi.
Ia menilai Mukab VIII menjadi momentum penting untuk memperkuat kemitraan antara pemerintah daerah dan pelaku usaha dalam menghadapi tantangan pembangunan serta dinamika dunia bisnis yang terus berkembang.
Selain itu, Endin berharap forum musyawarah tersebut mampu melahirkan kepemimpinan Kadin yang amanah, profesional, dan adaptif terhadap berbagai tantangan masa depan, mulai dari dinamika ekonomi global, transformasi digital, pengembangan industri hijau, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.
"Kami berharap Mukab ini menghasilkan kepemimpinan yang mampu membawa Kadin semakin maju serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan dan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bekasi," katanya.
Endin juga mengajak seluruh peserta musyawarah untuk menjaga semangat kebersamaan dan menjadikan forum tersebut sebagai ruang demokrasi yang konstruktif. Ia menekankan bahwa perbedaan pandangan dalam organisasi merupakan hal yang wajar, namun harus tetap diarahkan demi kepentingan bersama dan kemajuan daerah.
Sementara itu, Ketua Kadin Kabupaten Bekasi periode 2021–2026, Heri Noviar, menyebut Mukab VIII sebagai agenda penting organisasi untuk melakukan evaluasi program sekaligus merumuskan strategi menghadapi tantangan dunia usaha yang semakin kompleks.
Menurut Heri, selama masa kepemimpinannya, Kadin Kabupaten Bekasi terus membangun sinergi dengan pemerintah daerah, sektor industri, asosiasi usaha, dan berbagai pemangku kepentingan guna mendukung pertumbuhan ekonomi serta peningkatan investasi.
"Melalui Mukab VIII ini kami berharap lahir kepemimpinan yang mampu melanjutkan program-program organisasi, menjaga soliditas anggota, serta memperkuat peran Kadin sebagai mitra strategis pemerintah dan dunia usaha dalam mendorong kemajuan Kabupaten Bekasi," ujar Heri.
Ia menambahkan bahwa Kabupaten Bekasi memiliki potensi besar untuk terus berkembang sebagai pusat industri nasional. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan guna menciptakan iklim investasi yang kondusif, meningkatkan daya saing daerah, serta memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat.
Mukab VIII Kadin Kabupaten Bekasi turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), anggota DPRD Kabupaten Bekasi, jajaran Kadin Jawa Barat, tokoh masyarakat, pelaku usaha, asosiasi industri, serta berbagai mitra strategis pembangunan daerah. ***
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!