Menu
Nasional

Panglima TNI Tekankan Pemimpin Harus Adaptif Hadapi Ancaman Multidomain dan Perkembangan AI

Redaksi 12 Aug 2026, 07:16 24 views
Panglima TNI Tekankan Pemimpin Harus Adaptif Hadapi Ancaman Multidomain dan Perkembangan AI
Ket. Dokumentasi PUSPEN TNI

BANDUNG |Koranmegapolitan.co.id – Perubahan lingkungan strategis yang berlangsung cepat menuntut para pemimpin TNI memiliki kemampuan membaca situasi dan mengambil keputusan secara tepat. Tantangan tersebut menjadi salah satu penekanan Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto dalam pembukaan Pendidikan Reguler (Dikreg) LVI Sesko TNI Tahun Anggaran 2026.

Pembukaan pendidikan dilaksanakan di Gedung Serasan Sesko TNI, Bandung, Jawa Barat, Selasa (11/8/2026), dan diwakili Komandan Sekolah Staf dan Komando Tentara Nasional Indonesia (Dansesko TNI) Marsdya TNI M. Khairil Lubis.

Sebanyak 173 peserta didik mengikuti Dikreg LVI Sesko TNI. Mereka terdiri dari 87 personel TNI Angkatan Darat, 51 personel TNI Angkatan Laut, dan 35 personel TNI Angkatan Udara.

Dalam sambutan Panglima TNI yang dibacakan Dansesko TNI, para peserta didik diminta mengikuti seluruh tahapan pendidikan secara disiplin serta menjadikan proses pembelajaran sebagai bekal dalam menjalankan tugas ke depan.

“Saya ucapkan selamat kepada 173 peserta didik. Ikuti seluruh proses pendidikan dengan disiplin, tanggung jawab, dan semangat untuk terus belajar,” ujar Panglima TNI.

Menurut Panglima TNI, dinamika lingkungan strategis saat ini semakin kompleks dan sulit diprediksi. Perubahan tersebut ditandai oleh munculnya berbagai bentuk ancaman yang tidak hanya berlangsung pada satu ranah.

Ancaman multidomain, perang hibrida, serangan siber, disrupsi teknologi, rivalitas geopolitik hingga perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) menjadi bagian dari perubahan yang perlu dipahami oleh para calon pemimpin TNI.

“Pemimpin harus mampu memahami perubahan, membaca lingkungan strategis, serta mengambil keputusan secara tepat,” tegasnya.

Karena itu, pendidikan di Sesko TNI diarahkan tidak hanya untuk meningkatkan pengetahuan peserta didik, tetapi juga membangun pola pikir yang mampu merespons perubahan secara cepat dan terukur.

Panglima TNI menekankan pentingnya kemampuan berpikir adaptif, visioner, analitis, dan strategis. Kemampuan tersebut dinilai menjadi bekal penting bagi peserta didik ketika menghadapi berbagai tantangan dalam pelaksanaan tugas pokok TNI.

“Pendidikan Sesko TNI harus membentuk kemampuan berpikir adaptif, visioner, analitis, dan strategis, sehingga para peserta didik mampu menghadapi tantangan dan melaksanakan tugas pokok TNI secara efektif,” pungkasnya.

Dikreg LVI Sesko TNI Tahun Anggaran 2026 selanjutnya menjadi bagian dari proses pendidikan dan pembentukan kapasitas perwira dalam menghadapi perkembangan lingkungan strategis yang terus berubah.

Autentikasi: Kabidpenum Puspen TNI Kolonel Laut (P) Agung Saptoadi

Bagikan berita ini:

Komentar 0

Tulis Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!