Kabupaten Bekasi, Koranmegapolitan.co.id – Persoalan limbah kotoran ayam yang selama ini menjadi sumber keluhan warga di sekitar peternakan mulai menemukan titik terang. Bau menyengat dan potensi pencemaran lingkungan yang kerap memicu konflik sosial kini direspons dengan pendekatan berbeda melalui inovasi pengelolaan limbah berbasis ekonomi.
Upaya tersebut dilakukan oleh pengusaha muda, Diky Purnama Sidik, yang menghadirkan solusi konkret dengan mengelola limbah peternakan menjadi produk bernilai guna. Melalui unit usaha Supplier Pupuk Kandang Bio Mass, ia membangun sistem pengelolaan terintegrasi yang tidak hanya menyelesaikan persoalan lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru.
Diky menjelaskan, pendekatan yang diterapkan menitikberatkan pada pengelolaan limbah secara sistematis dan terukur. Ia mengambil peran sebagai penghubung antara peternak dan pasar, dengan memastikan limbah diolah menjadi pupuk organik berkualitas yang dapat dimanfaatkan sektor industri maupun pertanian.
"Persoalan lingkungan di tingkat akar rumput membutuhkan solusi yang aplikatif, bukan sekadar regulasi. Kami mengintegrasikan manajemen limbah ke dalam ekosistem bisnis agar peternak bisa fokus berproduksi tanpa harus menyisakan masalah bagi lingkungan sekitar," ujar Diky dalam keterangannya, Jumat (17/4).
Menurutnya, langkah tersebut merupakan bentuk tanggung jawab pelaku usaha terhadap dampak lingkungan yang ditimbulkan. Ia menilai, keberlanjutan bisnis harus berjalan seiring dengan kemampuan mengelola risiko pencemaran.
"Bisnis yang berkelanjutan adalah bisnis yang mampu memitigasi dampak negatif lingkungannya sendiri. Kami mengubah potensi polusi menjadi aset ekonomi yang memberikan manfaat bagi semua pihak," tambahnya.
Berbekal pengalaman di Astra Group, Diky mengadopsi pendekatan manajerial modern dalam mengelola rantai pasok limbah. Ia memastikan setiap proses, mulai dari pengangkutan hingga distribusi pupuk organik, berjalan efisien dan memiliki nilai ekonomi yang jelas.
Pendekatan tersebut dinilai menjadi alternatif dari praktik usaha konvensional yang seringkali mengabaikan dampak lingkungan. Dengan melihat limbah sebagai potensi, bukan beban, Diky berhasil menciptakan model bisnis yang tidak hanya menyelesaikan masalah, tetapi juga memberikan keuntungan berkelanjutan.
Kini, langkah yang dilakukan Diky Purnama Sidik menjadi inspirasi bagi pelaku usaha muda di Bekasi. Inovasi pengelolaan limbah kotoran ayam yang ia kembangkan dinilai mampu menciptakan keseimbangan antara kepentingan ekonomi dan kelestarian lingkungan, sekaligus memperkuat stabilitas sosial di masyarakat sekitar. ( RED)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!