Menu
Ekonomi

Strategi PalmCo Dongkrak Produksi Pandai Besi Kampar, Tenaga Kerja dan Pendapatan Ikut Melonjak

Cornelius 11 Apr 2026, 20:32 16 views
Strategi PalmCo Dongkrak Produksi Pandai Besi Kampar, Tenaga Kerja dan Pendapatan Ikut Melonjak

Pekanbaru - Intervensi program TJSL PTPN IV PalmCo mengakselerasi produksi sentra pandai besi Desa Teratak, Kampar, Riau hingga 10 kali lipat pada 2026.

Kapasitas produksi yang sebelumnya hanya sekitar 3.000 unit kini melonjak menjadi 30.000 alat perkebunan per bulan secara konsisten.

Program ini menyasar kelompok usaha lokal yang sebelumnya menghadapi keterbatasan alat, modal, dan akses pasar.

PalmCo kemudian mengintegrasikan dukungan teknologi, pembiayaan, dan pendampingan sebagai strategi utama penguatan usaha berbasis desa.

Perusahaan menyalurkan mesin air hammer dan automatic grinder untuk mempercepat proses produksi sekaligus meningkatkan kualitas produk.

Selain itu, PalmCo mengucurkan dana kemitraan sebesar Rp800 juta untuk memperkuat struktur usaha dan konsolidasi produksi.

Ketua kelompok Mola Maju Basamo, Desrico Apriyus, menilai dukungan tersebut menjadi faktor penentu keberlangsungan usaha saat pandemi Covid-19.

“Perusahaan hadir tidak hanya sebagai pembeli, tetapi juga sebagai pembina usaha kami,” ujar Desrico di Kampar, Riau.

Ia kemudian menyatukan bengkel kecil menjadi satu sentra produksi terpadu yang lebih efisien dan terorganisasi.

Langkah tersebut mendorong perubahan sistem kerja dari manual menuju produksi berbasis teknologi modern.

Efisiensi Produksi Picu Dampak Luas

Peningkatan kapasitas produksi langsung mendorong pertumbuhan tenaga kerja di Desa Teratak dalam beberapa tahun terakhir.

Jumlah pekerja meningkat dari belasan orang menjadi 23 orang dan berpotensi mencapai hingga 50 orang dalam waktu dekat.

Selain itu, sekitar 100 pemuda desa ikut terlibat sebagai mitra pemasaran yang memperluas distribusi produk.

Efek berantai kemudian muncul dengan meningkatnya aktivitas ekonomi dan perputaran pendapatan masyarakat setempat.

Pendapatan pekerja kini mencapai rata-rata Rp7 juta per bulan dan berpotensi meningkat hingga Rp15 juta seiring efisiensi produksi.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko Santosa, menegaskan fokus program pada keberlanjutan ekonomi masyarakat.

“Kami membangun ekosistem usaha mandiri yang mampu menciptakan nilai tambah dan lapangan kerja,” kata Jatmiko.

Ia menilai kemitraan ini memperkuat rantai pasok industri perkebunan melalui keterlibatan pelaku usaha lokal.

Selain dampak ekonomi, kelompok usaha juga mengalokasikan sebagian keuntungan untuk kegiatan sosial di desa.

Langkah tersebut memperkuat kohesi sosial sekaligus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan solidaritas masyarakat.

Kini, Desa Teratak berkembang menjadi sentra produksi alat perkebunan yang produktif dan kompetitif di tingkat regional.

Denting besi yang dahulu sekadar rutinitas kini berubah menjadi indikator nyata kebangkitan ekonomi desa berbasis kemitraan.

Bagikan berita ini:

Komentar 0

Tulis Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!