Menu
Ekonomi

OJK: Fundamental Perbankan Nasional Tetap Solid Meski Outlook Sejumlah Bank Direvisi Negatif

Redaksi 26 Mar 2026, 02:21 9 views
OJK: Fundamental Perbankan Nasional Tetap Solid Meski Outlook Sejumlah Bank Direvisi Negatif
Ket. Kantor Otoritas Jasa Keuangan Foto : Koranmegapolitan.co.id

Jakarta, Koranmegapolitan.co.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan kondisi industri perbankan nasional masih tetap solid dan tumbuh positif, meski sejumlah bank besar di Indonesia, termasuk Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), mendapat revisi outlook negatif dari lembaga pemeringkat internasional.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menegaskan bahwa perubahan outlook tersebut bukan disebabkan oleh melemahnya fundamental kinerja perbankan nasional.

Menurut OJK, revisi outlook terhadap bank-bank besar Indonesia lebih dipicu oleh perubahan outlook peringkat kredit sovereign Indonesia dari stabil menjadi negatif, yang kemudian memengaruhi persepsi risiko terhadap sektor perbankan nasional. Selain itu, faktor eksternal berupa dinamika makroekonomi global juga turut memberi pengaruh.

“Pada dasarnya kondisi industri perbankan nasional berada dalam kondisi yang positif, dengan pertumbuhan kredit pada Januari 2026 sebesar 9,96 persen (yoy) sejalan dengan pertumbuhan DPK sebesar 13,48 persen (yoy)," kata Dian, Rabu (25/3/2026).

OJK mencatat kualitas kredit perbankan nasional tetap terjaga dengan rasio NPL sebesar 2,14 persen. Sementara dari sisi permodalan, industri perbankan memiliki rasio kecukupan modal sebesar 25,87 persen.

Adapun dari sisi likuiditas, kondisi perbankan juga dinilai sangat memadai. Rasio AL/NCD tercatat sebesar 121,23 persen, AL/DPK 27,54 persen, dan LCR 197,92 persen, seluruhnya jauh di atas ambang batas yang ditetapkan.

Tak hanya itu, kinerja bank-bank besar, termasuk kelompok KBMI 4 dan Himbara, juga masih menunjukkan penguatan. Pertumbuhan kredit KBMI 4 dan Himbara tercatat masing-masing 13,34 persen dan 13,43 persen.

Di sisi pendanaan, pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) untuk KBMI 4 dan Himbara juga masih kuat, masing-masing 16,32 persen dan 16,38 persen. Hal ini menunjukkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap perbankan nasional tetap tinggi.

Sementara itu, rasio CAR Himbara pada Januari 2026 berada di level 20,32 persen, sedangkan CAR KBMI 4 berada pada level 22,33 persen. OJK menilai kondisi ini memberi ruang ekspansi bisnis yang memadai sekaligus menjadi bantalan kuat untuk mengantisipasi berbagai risiko ke depan.

Dari aspek kualitas aset, rasio NPL Gross bank-bank besar berada pada kisaran kurang dari 1 persen hingga 3 persen, dengan Loan at Risk (LaR) yang tetap terkendali serta didukung pembentukan cadangan yang memadai.

Sepanjang 2025, bank-bank KBMI 4 dan Himbara juga disebut membukukan laba yang baik, yang mencerminkan keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, efisiensi, kualitas aset, dan penguatan manajemen risiko.

OJK juga menilai penyesuaian outlook yang dilakukan lembaga pemeringkat internasional tidak secara langsung memengaruhi kemampuan bank dalam mengakses sumber pendanaan. Terlebih, saat ini peringkat kredit bank-bank KBMI 4 dan Himbara masih berada pada level investment grade.

Selain itu, struktur pendanaan perbankan nasional hingga kini masih didominasi oleh dana pihak ketiga domestik, sehingga ketergantungan terhadap pendanaan eksternal, terutama pendanaan internasional, relatif terbatas.

OJK memandang penyesuaian outlook tersebut bersifat sementara dan berpotensi kembali berubah seiring membaiknya prospek perekonomian global dan domestik, serta penguatan fundamental ekonomi nasional.

“OJK bersama-sama dengan pemangku kepentingan lainnya, terutama anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), akan terus mengawal serta menjaga stabilitas sistem keuangan melalui koordinasi kebijakan dan penguatan pengawasan, agar ketahanan sektor perbankan senantiasa tetap terjaga dalam menghadapi dinamika dan pertumbuhan perekonomian," kata Dian.

Bagikan berita ini:

Komentar 0

Tulis Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!