Kota Bekasi | Koranmegapolitan.co.id— Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Kota Bekasi menyampaikan kecaman keras atas dugaan penculikan dan tindakan represif terhadap delegasi Indonesia yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla untuk Palestina.
KAMMI menilai tindakan intimidasi terhadap relawan kemanusiaan merupakan bentuk pelanggaran terhadap nilai kemanusiaan dan hukum internasional. Organisasi mahasiswa tersebut juga meminta pemerintah Indonesia segera mengambil langkah konkret demi menjamin keselamatan para delegasi.
Ketua Umum KAMMI Kota Bekasi, Arjuna Efendi, menegaskan bahwa para delegasi Indonesia hadir membawa misi kemanusiaan untuk membantu rakyat Palestina, bukan kepentingan politik maupun aksi kekerasan.
“Delegasi Indonesia hadir bukan membawa senjata, bukan pula membawa kepentingan politik pragmatis. Mereka hadir membawa bantuan, solidaritas, dan harapan bagi rakyat Palestina. Maka segala bentuk tindakan represif terhadap mereka adalah bentuk ancaman terhadap nilai kemanusiaan itu sendiri,” ujar Arjuna Efendi kepada awak media Selasa (19/5/2026).
KAMMI Kota Bekasi mendesak Pemerintah Republik Indonesia, khususnya Presiden RI dan Kementerian Luar Negeri, agar segera mengambil langkah diplomatik yang cepat, serius, dan terukur untuk memastikan keselamatan seluruh delegasi Indonesia dalam misi tersebut.
“Kami meminta Presiden Republik Indonesia untuk tidak sekadar mengamati situasi. Negara wajib hadir melindungi setiap warga negaranya. Keselamatan delegasi Indonesia harus menjadi perhatian nasional dan langkah diplomatik harus segera dilakukan,” lanjutnya.
Selain itu, KAMMI Kota Bekasi juga mengajak masyarakat internasional, lembaga hak asasi manusia, organisasi kemanusiaan global, serta negara-negara yang menjunjung perdamaian untuk turut memberikan perhatian terhadap dugaan penculikan dan tindakan represif yang dialami relawan Global Sumud Flotilla.
Menurut KAMMI, pembungkaman terhadap aktivis kemanusiaan menjadi sinyal semakin menyempitnya ruang kemanusiaan di tengah tragedi yang dialami rakyat Palestina.
“Ketika bantuan kemanusiaan dihalangi, ketika relawan dibungkam, dan ketika delegasi sipil mendapat intimidasi, maka dunia harus bertanya: masihkah nilai kemanusiaan dijaga?” tegas Arjuna Efendi.
KAMMI Kota Bekasi juga mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk terus menyuarakan dukungan terhadap Palestina dan mengawal keselamatan delegasi Indonesia melalui doa, solidaritas publik, serta dorongan moral kepada pemerintah agar lebih aktif dan tegas dalam menyikapi persoalan tersebut.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!