Menu
Nasional

Pemerintah Pulangkan 22 WNI dari Wilayah Konflik Timur Tengah, Ini Penjelasan Menko Polkam

Redaksi 12 Mar 2026, 14:43 9 views
Pemerintah Pulangkan 22 WNI dari Wilayah Konflik Timur Tengah, Ini Penjelasan Menko Polkam
Ket. Menko Polkam Jendral TNI (Purn) Djamari Chaniago Dok. ANTARA

Jakarta, Koranmegapolitan.co.id – Pemerintah Indonesia mulai memulangkan warga negara Indonesia (WNI) yang berada di wilayah Timur Tengah yang sedang dilanda konflik bersenjata. Upaya evakuasi ini dilakukan sebagai langkah perlindungan negara terhadap warganya yang berada di kawasan rawan keamanan.

Sebanyak 22 WNI menjadi rombongan pertama yang berhasil dievakuasi dan tiba kembali di Indonesia. Mereka dipulangkan melalui jalur udara dengan transit di Baku, Azerbaijan, sebelum melanjutkan perjalanan hingga mendarat di Jakarta.

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jendral TNI ( Pur.) Djamari Chaniago memastikan pemerintah terus berupaya melindungi warga negara Indonesia (WNI) di daerah-daerah Timur Tengah yang saat ini sedang dilanda peperangan.

"Pemerintah memberikan upaya nyata dalam memberikan perlindungan maksimal kepada WNI, sekaligus memastikan keselamatan warga negara tetap menjadi prioritas utama di tengah dinamika konflik internasional," ujar Menko Polkam, Rabu (11/3/2026).

Menurutnya, keberhasilan pemulangan gelombang pertama WNI tidak lepas dari koordinasi intensif pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia bersama perwakilan RI di berbagai negara di kawasan tersebut. Pemantauan situasi keamanan terus dilakukan untuk memastikan proses evakuasi berjalan aman dan terorganisasi.

Menko Polkam juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur pemerintah yang terlibat dalam proses evakuasi tersebut. Ia menegaskan pemantauan kondisi di kawasan Timur Tengah akan terus diperkuat guna memastikan keselamatan WNI yang masih berada di wilayah konflik.

"Pemerintah juga mengimbau para WNI yang berada di kawasan konflik Timur Tengah untuk terus berkoordinasi dengan perwakilan RI setempat guna memastikan keselamatan dan kelancaran proses repatriasi," ungkap Menko Polkam.

Bagikan berita ini:

Komentar 0

Tulis Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!