Menu
Daerah

36 BUMD Jabar Akan Digabung ke Holding Sanggabuana, DPRD Jawa Barat Ahmad Faisal Sebut Bisa Hemat APBD

Redaksi 12 Mar 2026, 21:26 14 views
36 BUMD Jabar Akan Digabung ke Holding Sanggabuana, DPRD Jawa Barat Ahmad Faisal Sebut Bisa Hemat APBD
Ket. Anggota Komisi III Dprd Jawa Barat Ahmad Faisyal Hermawan saat menggelar Pengawasan Penyelenggaran Pemerintah di Kota Bekasi, Kamis (12/3/2026). FOTO : ist

KOTA BEKASI, Koranmegapolitan.co.id – Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah menyiapkan langkah besar dalam penataan perusahaan daerah melalui pembentukan holding BUMD bernama Sanggabuana. Skema ini dirancang sebagai upaya memperkuat tata kelola investasi daerah sekaligus mendorong efisiensi pengelolaan perusahaan milik pemerintah daerah.

Dalam rencana tersebut, sebanyak 36 dari total 37 Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) akan dikonsolidasikan ke dalam satu struktur holding. Satu-satunya BUMD yang tidak masuk dalam skema ini adalah PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk atau Bank BJB. Pemprov Jabar menargetkan pembentukan holding tersebut dapat rampung pada Agustus 2026.

Anggota Komisi III DPRD Provinsi Jawa Barat (Jabar), Ahmad Faisyal Hermawan, menyatakan sepakat dengan akan dibentuknya holding BUMD yang bertujuan menghemat Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Provinsi. Sebab menurutnya, dari sekitar 40 BUMD milik Pemprov Jabar yang hari ini dinyatakan sehat hanya ada 2 (dua), yaitu BJB dan PT Migas Utama Jabar (MUJ). BJB dinilai paling banyak menyumbangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Ia mengungkapkan, pembentukan holding BUMD yang diinisiasi oleh Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM), juga memperoleh dukungan dari para anggota DPRD Provinsi Jawa Barat lainnya.

“Untuk efisiensi supaya APBD Jawa Barat tidak terbuang sia – sia, karena semua tau, begitu banyak BUMD di Jawa Barat yang isinya tim sukses, kira – kira begitu. Nah, ini mau disederhanakan dari anggaran operasional dan lainya, yang pasti kami dari DPRD Jawa Barat sangat mendukung,”ujarnya di kantor DPC PDI Perjuangan Kota Bekasi, Kamis (12/3/2026).

Lanjut Faisyal, DPRD sebelumnya sempat mewacanakan ingin membentuk tim Pansus (panitia khusus) untuk mengkaji efektivitas dari rencana strategis yang telah digagas oleh Pemprov Jabar tersebut, namun batal karena terjadi kesepakatan.

“Kalau tidak salah, waktu itu wacananya mau dibuat Pansus, tapi rasanya tidak perlu Pansus, karena kesepakatan terjadi diantara eksekutif dan legislatif, artinya, bisa lebih mulus jalannya,”jelasnya mengakhiri.

Pembentukan holding Sanggabuana diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi daerah melalui pengelolaan investasi yang lebih terarah. Selain itu, Pemprov Jabar juga berencana melibatkan tenaga profesional agar tata kelola perusahaan daerah menjadi lebih efektif dan mampu mengoptimalkan aset milik pemerintah daerah.

Bagikan berita ini:

Komentar 0

Tulis Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!