Menu
Daerah

Dinkes Kabupaten Bekasi Vaksinasi 3.300 Calon Jemaah Haji, Tekankan Kesiapan Fisik dan Kesehatan

Redaksi 27 Mar 2026, 11:36 4 views
Dinkes Kabupaten Bekasi Vaksinasi 3.300 Calon Jemaah Haji, Tekankan Kesiapan Fisik dan Kesehatan
Ket. Pemkab Bekasi menggelar vaksinasi meningitis dan polio bagi 3.300 calon jemaah haji 2026 di Gedung Wibawa Mukti, Cikarang Pusat. Kamis(26/3)

CIKARANG PUSAT, koranmegapolitan.co.id – Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Dinas Kesehatan menggelar vaksinasi Meningitis dan Polio bagi calon jemaah haji di Gedung Wibawa Mukti, Komplek Pemkab Bekasi, Cikarang Pusat, Kamis (26/3/2026). Kegiatan ini berlangsung tertib dan lancar sejak pagi dengan antusiasme tinggi dari para peserta.

Vaksinasi tersebut menjadi bagian penting dari rangkaian persiapan kesehatan sebelum keberangkatan ke Tanah Suci. Selain untuk memenuhi persyaratan perjalanan ibadah haji, pemberian vaksin juga ditujukan untuk melindungi jemaah dari risiko penyakit menular selama berada di Arab Saudi.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, dr. Arif Kurnia, mengatakan vaksinasi ini merupakan langkah penting untuk menjaga kesehatan para calon jemaah haji, terutama dalam menghadapi potensi penyakit menular global yang perlu diantisipasi sejak dini.

Ia menjelaskan, vaksin meningitis dan polio diberikan agar para jemaah terhindar dari potensi penyakit menular selama berada di Arab Saudi, mengingat aktivitas ibadah haji memerlukan kondisi fisik yang prima dalam jangka waktu yang cukup lama dan padat.

“Vaksin ini penting agar bapak ibu semua calon jemaah haji bisa terhindar dari penyakit meningitis dan polio, karena kita ingin semuanya sehat selama menjalankan ibadah di sana yang berlangsung berhari-hari,” ujarnya.

Selain vaksinasi, dr. Arif juga mengingatkan pentingnya kesiapan fisik para jemaah. Menurutnya, rangkaian ibadah haji menuntut stamina dan daya tahan tubuh yang baik, terutama untuk aktivitas dengan mobilitas tinggi seperti berjalan kaki dalam jarak jauh hingga lempar jumrah.

“Kalau fisiknya kurang kuat, apalagi saat lempar jumrah yang jaraknya cukup jauh dari pemondokan, nanti bisa jadi kendala. Jadi dari sekarang harus mulai latihan fisik seperti jalan pagi,” katanya.

Ia menambahkan, persiapan kesehatan harus dibarengi dengan doa agar seluruh proses keberangkatan hingga pelaksanaan ibadah haji berjalan lancar.

“Kita semua berdoa agar keberangkatan berjalan lancar dan para jemaah bisa kembali menjadi haji yang mabrur,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Bekasi, dr. Irfan Maulana, menyampaikan bahwa vaksinasi ini menyasar sekitar 3.300 calon jemaah haji yang akan diberangkatkan pada musim haji tahun ini.

Ia menjelaskan, pelaksanaan vaksinasi berlangsung mulai 26 Maret hingga 1 April 2026, dengan jumlah peserta harian berkisar antara 500 hingga 700 orang. Jadwal tersebut disusun secara bertahap untuk menghindari penumpukan serta menjaga kenyamanan pelayanan bagi para peserta.

“Vaksinasi meningitis dan polio ini merupakan tahapan lanjutan setelah pemeriksaan kesehatan yang sudah dimulai sejak November 2025, termasuk penentuan istitha’ah bagi calon jemaah,” jelasnya.

Setelah vaksinasi, para calon jemaah juga akan menjalani pemeriksaan lanjutan, termasuk pemeriksaan kehamilan bagi jemaah wanita usia subur menjelang keberangkatan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh persyaratan kesehatan terpenuhi sebelum berangkat ke Tanah Suci.

Lebih lanjut, dr. Irfan mengungkapkan bahwa pada musim haji tahun ini, Kabupaten Bekasi akan memberangkatkan sekitar tujuh kloter penuh dan satu kloter campuran melalui Bandara Kertajati, Majalengka.

“Kewaspadaan dini terhadap penyakit yang berpotensi menjadi wabah menjadi prioritas kami,” tegasnya.

Untuk mendukung pelayanan kesehatan selama ibadah haji, Dinkes Kabupaten Bekasi menyiapkan 12 tenaga kesehatan kloter serta tambahan pendamping dari daerah. Mereka akan mendampingi para jemaah, termasuk jemaah lanjut usia, agar tetap mendapatkan pelayanan optimal selama di Tanah Suci.

Di akhir, dr. Irfan mengimbau para calon jemaah untuk menjaga kondisi tubuh menjelang keberangkatan. Ia meminta jemaah mengatur waktu istirahat dengan baik, menghindari kelelahan, serta membatasi aktivitas sosial yang berlebihan seperti walimatus safar agar tidak mengganggu kesiapan fisik.

“Istirahat cukup, hindari kelelahan, dan pastikan dalam kondisi fit saat berangkat. Jika sakit saat tiba di Arab Saudi, ada kemungkinan jemaah dipulangkan. Dan jangan lupa membawa obat-obatan pribadi untuk kebutuhan selama kurang lebih 40 hari.”

Bagikan berita ini:

Komentar 0

Tulis Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!