Menu
Daerah

Gubernur Pramono Anung Salat Idulfitri 1447 H di Balai Kota, Ajak Warga Jaga Jakarta

Redaksi 23 Mar 2026, 08:42 3 views
Gubernur Pramono Anung Salat Idulfitri 1447 H di Balai Kota, Ajak Warga Jaga Jakarta
Ket. Gubernur DKI Pramono Anung bersama Wakil Gubernur Rano Karno saat Shalat idul Fitri di Balai Kota (21/3) (Dok Ist)

JAKARTA, Koranmegapolitan.co.id – Gubernur Pramono Anung bersama Wakil Gubernur Rano Karno menunaikan salat Idulfitri 1447 Hijriah bersama warga dan aparatur sipil negara di halaman Balai Kota DKI Jakarta, Sabtu (21/3).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua DPRD DKI Jakarta Khairudin, mantan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, serta sejumlah tokoh masyarakat yang ikut meramaikan suasana Hari Raya.

Bertindak sebagai khatib, Ma'ruf Amin menyampaikan khutbah bertema "Merajut Silaturahmi dan Simfoni Kemenangan untuk Jakarta yang Fitrah". Sementara itu, imam salat dipercayakan kepada Heri Kuswanto, juara pertama MTQ Internasional 2029 di Malaysia.

Menurut Pramono, salat Idulfitri ini menjadi momentum penting untuk mempererat kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat.

"Saya mengajak masyarakat untuk menjaga Jakarta sebagai tanggungjawab bersama," ujar Pramono.

Ia mengungkapkan, tema 'Jaga Jakarta' menjadi semangat utama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam setiap kegiatan keagamaan.

"Kami berharap, di tengah kondisi global yang penuh tantangan, Jakarta tetap menjadi kota yang aman, nyaman, dan sejahtera bagi seluruh warganya,” ungkapnya.

Pramono juga menyampaikan apresiasi atas tingginya antusiasme warga dalam menyambut malam takbir yang digelar di kawasan Bundaran HI.

"Walaupun sempat diguyur hujan, antusiasme warga sangat tinggi dan kegiatan berjalan aman serta nyaman. Ke depan, kegiatan serupa akan menjadi tradisi dengan penyelenggaraan yang lebih baik,” paparnya.

Sementara itu, Ma’ruf Amin dalam khutbahnya menegaskan bahwa Idulfitri bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan momentum spiritual yang mendalam.

“Hari ini adalah hari yang agung, penuh syukur dan keharuan. Idulfitri adalah momentum kembali kepada fitrah, yaitu kesucian hati, kejujuran, dan kedamaian dalam hubungan antarsesama,” tuturnya.

Ia juga menyoroti tradisi halal bihalal sebagai kekuatan sosial khas Indonesia dalam mempererat persatuan.

“Silaturahmi melahirkan kepercayaan, kerja sama dan melahirkan kemajuan,” ujarnya.

Menurutnya, ibadah Ramadan harus berdampak pada kepedulian sosial melalui zakat, infak, dan sedekah, serta memperkuat persatuan dalam keberagaman.

“Perbedaan bukan untuk dipertentangkan, melainkan dirajut menjadi harmoni seperti sebuah simfoni. Itulah makna kemenangan yang sesungguhnya,” tandasnya.

Bagikan berita ini:

Komentar 0

Tulis Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!