JAKARTA, Koranmegapolitan.co.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mencatatkan capaian membanggakan dalam peningkatan kualitas pelayanan publik sepanjang tahun 2025. Berdasarkan hasil Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pelayanan Publik (PEKPPP) yang dilakukan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), DKI Jakarta berhasil menempati peringkat kedua nasional pada tingkat provinsi.
Capaian tersebut ditopang oleh peningkatan Indeks Pelayanan Publik (IPP) Pemprov DKI Jakarta yang mencapai 4,73, naik dari tahun sebelumnya sebesar 4,53. Nilai itu juga menunjukkan selisih yang sangat tipis, yakni hanya 0,02 poin, dari provinsi dengan peringkat pertama, yaitu Jawa Timur.
“Capaian positif ini menunjukkan bahwa fondasi pelayanan publik di Jakarta sudah kuat dan terus mengalami perbaikan secara konsisten,” ujar Kepala Biro Organisasi dan Reformasi Birokrasi (ORB) Setda Provinsi DKI Jakarta, Hari Nugroho, pada Minggu (29/3).
Sebagai ibu kota sekaligus pusat aktivitas nasional, DKI Jakarta dinilai memiliki tingkat kompleksitas pelayanan yang lebih tinggi dibanding banyak daerah lain. Hal itu terlihat dari besarnya jumlah layanan, tingginya mobilitas pengguna, serta beragamnya kebutuhan masyarakat yang harus direspons secara cepat dan tepat.
Dalam konteks tersebut, hasil evaluasi ini menjadi indikator bahwa sistem pelayanan publik di Jakarta mampu tetap berjalan optimal meskipun dihadapkan pada tantangan pelayanan yang besar dan dinamis.
Menurut Hari, Pemprov DKI Jakarta juga terus memperkuat sistem pelaporan serta keterbukaan informasi publik sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas layanan. Sistem tersebut dinilai penting agar setiap persoalan yang muncul dapat segera teridentifikasi dan ditangani secara lebih efektif.
“Dengan sistem pelaporan yang terbuka, setiap persoalan dapat terlihat dan tercatat dengan baik. Yang terpenting adalah bagaimana respons dilakukan secara cepat dan tepat agar pelayanan kepada masyarakat tetap terjaga,” jelasnya.
Ia menegaskan, peningkatan kualitas pelayanan publik bukanlah pekerjaan jangka pendek, melainkan proses berkelanjutan yang membutuhkan komitmen, evaluasi, dan konsistensi dari seluruh unsur pemerintahan.
“Capaian ini menjadi motivasi untuk terus menjaga konsistensi perbaikan. Fokus kami adalah memastikan setiap layanan semakin mudah diakses, responsif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tandasnya.
Ke depan, Pemprov DKI Jakarta disebut akan terus mendorong penguatan inovasi pelayanan publik, termasuk melalui percepatan digitalisasi layanan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga penguatan sistem pengelolaan pengaduan masyarakat.
Hari juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran perangkat daerah serta para pemangku kepentingan yang selama ini berkontribusi dalam mendorong perbaikan kualitas pelayanan publik di Jakarta.
“Capaian ini tidak lepas dari kolaborasi dan komitmen seluruh jajaran serta dukungan masyarakat. Kami menyampaikan terima kasih atas kerja bersama yang terus menjaga kualitas pelayanan publik di Jakarta tetap responsif, transparan, dan adaptif terhadap kebutuhan warga,” pungkas Hari.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!